Nama Patrick Kluivert tidak asing lagi di telinga para pencinta sepak bola dunia. Mantan penyerang tajam Barcelona dan Timnas Belanda ini memiliki reputasi sebagai salah satu “nomor 9” terbaik pada masanya.
Namun, di balik kegarangannya di depan gawang, tersimpan sebuah pengakuan emosional yang sering ia utarakan: “Indonesia selalu di hati.”
Hubungan batin antara Kluivert dan Indonesia bukanlah sekadar basa-basi diplomatik. Artikel ini akan mengulas mengapa sang legenda begitu mencintai tanah air dan bagaimana keterikatan tersebut memengaruhi perspektifnya terhadap sepak bola Indonesia.
Garis Keturunan dan Kedekatan Emosional
Banyak orang mungkin belum menyadari bahwa Patrick Kluivert memiliki hubungan darah yang erat dengan Indonesia.
Ibu kandung Kluivert, Lidwina Kluivert, berasal dari Curaçao, namun neneknya memiliki garis keturunan langsung dari Indonesia (Maluku). Faktor genetika dan sejarah ini membentuk identitas personal yang kuat bagi dirinya sejak kecil.
Kluivert sering menceritakan bagaimana budaya dan keramahan khas Indonesia mewarnai kesehariannya di Belanda.
Ia merasa memiliki ikatan batin yang sulit ia jelaskan dengan kata-kata setiap kali bersinggungan dengan hal-hal berbau nusantara. Kedekatan ini jugalah yang membuatnya selalu menyambut hangat fans dari Indonesia di mana pun ia berada.
Kunjungan ke Indonesia: Lebih dari Sekadar Promosi
Sepanjang karier dan masa pensiunnya, Kluivert beberapa kali mengunjungi Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Baginya, kunjungan tersebut bukan hanya agenda bisnis atau promosi klub. Ia memandang kedatangannya sebagai momen “pulang kampung” untuk menyapa basis penggemar yang sangat militan.
Dalam setiap kunjungannya, Kluivert selalu menunjukkan sikap rendah hati. Ia aktif terlibat dalam sesi coaching clinic dan berbagi ilmu dengan talenta muda lokal. Ia percaya bahwa Indonesia memiliki potensi sepak bola yang luar biasa jika mendapatkan arahan dan infrastruktur yang tepat.
Kalimat “Indonesia selalu di hati” sering ia ucapkan saat melihat antusiasme anak-anak Indonesia yang bermimpi menjadi pemain profesional.

Pandangan Kluivert Terhadap Sepak Bola Indonesia
Sebagai sosok yang pernah menjabat sebagai Direktur Akademi di Barcelona, Kluivert memiliki mata yang tajam dalam melihat bakat.
Ia sering memuji fanatisme suporter Indonesia yang menurutnya adalah salah satu yang terbaik di dunia. Namun, ia juga memberikan catatan kritis untuk kemajuan sepak bola nasional.
Kluivert menekankan pentingnya pembinaan usia dini yang terstruktur. Menurutnya, pemain Indonesia memiliki kecepatan dan teknik individu yang mumpuni.
Jika klub-klub lokal mampu menerapkan standar Eropa dalam hal taktik dan kedisiplinan, ia yakin Indonesia bisa berbicara banyak di level internasional. Dukungan moral yang ia berikan menjadi suntikan motivasi bagi para penggerak sepak bola di tanah air.
Mengapa Publik Indonesia Begitu Mencintai Kluivert?
Hubungan ini bersifat timbal balik. Publik Indonesia mencintai Kluivert bukan hanya karena prestasinya meraih trofi Liga Champions, tetapi karena pengakuannya terhadap identitas Indonesia.
Di era media sosial, interaksi Kluivert yang sering mengunggah momen terkait Indonesia atau sekadar menyapa penggemar lokal memperkuat ikatan tersebut.
Banyak penggemar merasa bangga memiliki sosok legenda dunia yang tidak malu mengakui akar keturunannya.
Hal ini menciptakan rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat antara suporter Indonesia dengan sang legenda AC Milan dan Ajax tersebut.
Warisan yang Melampaui Lapangan Hijau
Patrick Kluivert telah membuktikan bahwa sepak bola adalah bahasa universal yang mampu menyatukan batas negara dan budaya.
Ungkapan “Indonesia selalu di hati” adalah bukti nyata bahwa identitas dan asal-usul memiliki tempat spesial, setinggi apa pun seseorang terbang menggapai prestasi.
Hingga saat ini, Kluivert tetap menjadi duta tidak resmi bagi hubungan emosional antara Belanda dan Indonesia melalui sepak bola.
Kita tentu berharap kontribusi dan perhatiannya terhadap talenta lokal terus berlanjut di masa depan.
