
Memasuki awal tahun 2026, antusiasme terhadap jagat sinematik DC (DCU) garapan James Gunn semakin memuncak. Salah satu proyek yang paling mencuri perhatian adalah film layar lebar terbaru yang berfokus pada sepupu Superman, yakni “Supergirl: Woman of Tomorrow“. Film ini bukan sekadar penceritaan ulang pahlawan super biasa, melainkan sebuah pertaruhan besar untuk membawa genre pahlawan super ke arah yang lebih eksperimental dan emosional.
Pemilihan Milly Alcock sebagai pemeran utama Kara Zor-El telah menjadi pembicaraan hangat sejak pengumumannya. Alcock, yang sukses memukau penonton lewat perannya sebagai Rhaenyra Targaryen muda di House of the Dragon, dianggap memiliki paduan antara kerentanan dan ketangguhan yang sangat pas untuk karakter Supergirl versi naskah Ana Nogueira.
Update terbaru per Januari 2026 menyebutkan bahwa Alcock telah menyelesaikan sebagian besar sesi latihan fisik intensifnya di Inggris. Menariknya, ia dilaporkan belajar dialek khusus untuk dialog dalam bahasa Krypton yang akan digunakan dalam adegan kunci bersama David Corenswet (pemeran Superman). Kehadiran Corenswet sebagai cameo di film ini mengonfirmasi bahwa koneksi antar-pahlawan dalam DCU Chapter One: Gods and Monsters akan terasa sangat organik.
Antagonis Baru: Diarmaid Murtagh sebagai Ancaman Galaksi
Kabar casting terbaru yang paling mengejutkan adalah bergabungnya aktor Diarmaid Murtagh ke dalam jajaran pemain. Murtagh, yang dikenal memiliki perawakan fisik yang intimidatif, akan memerankan sosok Drom Baxton. Dalam komiknya, karakter ini memiliki keterkaitan dengan latar belakang yang kelam dan akan menjadi ujian berat bagi perjalanan emosional Kara di luar angkasa. Kehadiran Baxton diharapkan memberikan nuansa ancaman yang nyata dan berbeda dari musuh-musuh Superman yang biasanya berbasis di Bumi.
Visi Craig Gillespie: Opera Luar Angkasa yang “Keras”
Sutradara Craig Gillespie, yang sukses memberikan warna unik pada film Cruella dan I, Tonya, membawa visi yang sangat spesifik untuk film ini. Ia secara tegas menyatakan bahwa film ini akan menjadi sebuah space fantasy murni. Artinya, penonton tidak akan melihat Kara terbang di antara gedung-gedung tinggi Metropolis; sebaliknya, seluruh durasi film akan dihabiskan di berbagai planet dan sudut luar angkasa yang eksotis.
Latar belakang Kara dalam film ini digambarkan jauh lebih traumatis dibandingkan sepupunya, Kal-El. Jika Kal-El dibesarkan oleh cinta di Kansas, Kara justru tumbuh besar di atas pecahan planet Krypton yang hancur. Selama 14 tahun pertama hidupnya, ia menyaksikan kepunahan bangsanya secara perlahan. Perbedaan latar belakang ini akan menciptakan karakter Supergirl yang lebih “keras”, sedikit sinis, namun tetap memiliki kompas moral yang kuat.
Baca Juga
Morbidelli C252V Tantang Pasar V-Twin dengan Harga Kompetitif
Detail Produksi dan Teknologi IMAX
Sebagai salah satu pilar utama dari DCU Chapter One, film ini mendapatkan dukungan teknologi produksi tingkat tinggi. Beberapa bocoran dari tim produksi mengindikasikan penggunaan teknologi kamera IMAX generasi terbaru untuk menangkap skala luar angkasa yang luas.
- Sinematografi: Pengambilan gambar akan memaksimalkan aspek rasio IMAX untuk memberikan pengalaman imersif bagi penonton.
- Efek Visual: Tim di balik efek visual film ini kabarnya berfokus pada penciptaan estetika yang unik, menggabungkan elemen fantasi klasik dengan sentuhan fiksi ilmiah modern.
- Bahasa Krypton: Tim ahli bahasa telah dikontrak khusus untuk mengembangkan dialek Krypton yang terdengar lebih kuno dan formal, mencerminkan sisi bangsawan Kara Zor-El.
Warner Bros. Pictures telah menetapkan tanggal rilis resmi pada 26 Juni 2026 di Amerika Serikat. Tanggal ini sangat strategis karena menempatkan Supergirl: Woman of Tomorrow sebagai film blockbuster utama di musim panas 2026. Di Indonesia, film ini kemungkinan besar akan tayang dua hingga tiga hari lebih awal, mengikuti pola rilis film-film besar Hollywood sebelumnya.
Proyek ini berada di bawah pengawasan ketat James Gunn dan Peter Safran. Dengan kesuksesan awal promosi film Superman yang akan tayang lebih dulu, beban ekspektasi pada film Supergirl ini sangat besar. Namun, dengan jajaran pemain berbakat dan pendekatan cerita yang radikal, film ini diprediksi akan menjadi standar baru bagi film pahlawan super perempuan.
