
LAS VEGAS โ Panggung Consumer Electronics Show (CES) 2026 kembali menjadi saksi bisu revolusi perangkat gaming handheld. Lenovo, raksasa teknologi asal Tiongkok, baru saja mengumumkan gebrakan tak terduga dalam jajaran lini Legion mereka. Bukan sekadar peningkatan hardware, Lenovo resmi memperkenalkan Legion Go 2 edisi SteamOS, sebuah langkah strategis yang menandai berakhirnya ketergantungan mutlak pada Windows untuk konsol genggam premium mereka.
Langkah ini dianggap sebagai respons langsung terhadap masukan para pemain yang mendambakan pengalaman bermain yang lebih efisien dan ringan. Meskipun Legion Go 2 versi Windows sudah memulai debutnya pada tahun 2025, kehadiran versi SteamOS ini diprediksi akan menjadi game changer di pasar perangkat genggam global.
Revolusi Sistem Operasi: Mengapa SteamOS Begitu Penting?
Selama ini, kendala utama konsol handheld berbasis Windows adalah antarmuka yang sering kali terasa kaku untuk layar kecil dan konsumsi daya latar belakang yang cukup boros. Dengan mengadopsi SteamOSโsistem operasi berbasis Linux yang dikembangkan ValveโLenovo menjanjikan optimasi yang jauh lebih “matang”.
Pengguna kini dapat menikmati pengalaman console-like yang mulus. Begitu perangkat dinyalakan, gamer langsung disuguhi pustaka (library) Steam tanpa harus melewati desktop Windows yang merepotkan. Fitur-fitur esensial seperti cloud save yang instan, sinkronisasi Steam Chat, hingga sistem perekaman gameplay (Steam Game Recording) kini terintegrasi secara natif pada tingkat sistem. Ini berarti stabilitas FPS (Frame per Second) diharapkan lebih konsisten karena beban sistem operasi yang jauh lebih ringan.
Spesifikasi Monster: Layar OLED dan Chipset Ryzen Z2 Extreme
Meski mengalami transisi di sisi perangkat lunak, Lenovo tidak sedikit pun memangkas kegarangan spesifikasinya. Desain fisik Legion Go 2 versi SteamOS tetap mempertahankan DNA unik pendahulunya yang menyerupai Nintendo Switch, lengkap dengan controller yang bisa dilepas-pasang (detachable).
Di sektor visual, Lenovo menyematkan panel PureSight OLED 8,8 inci. Layar ini bukan layar biasa; dengan resolusi WUXGA (1920 x 1200 piksel) dan refresh rate 144 Hz, visual yang dihasilkan diklaim mampu menyajikan warna hitam pekat dan kontras tak terbatas khas OLED. Dukungan HDR memastikan setiap detail dalam game bertema gelap maupun terang akan terlihat sangat tajam dan hidup.
Dapur pacunya ditenagai oleh AMD Ryzen Z2 Extreme, prosesor generasi terbaru yang dirancang khusus untuk efisiensi perangkat genggam. Dipadukan dengan RAM jumbo hingga 32 GB LPDDR5X serta penyimpanan SSD PCIe Gen 4 mencapai 2 TB, perangkat ini siap melahap game AAA kelas berat seperti Cyberpunk 2077 atau Elden Ring dengan pengaturan grafis tinggi.
Tabel Spesifikasi Utama Lenovo Legion Go 2 (Edisi 2026)
| Komponen | Spesifikasi Unggulan |
| Layar | 8,8 inci PureSight OLED, 144Hz, HDR, 1920 x 1200 px |
| Prosesor | AMD Ryzen Z2 Extreme |
| RAM | Hingga 32 GB LPDDR5X |
| Penyimpanan | Hingga 2 TB SSD PCIe Gen 4 (Slot MicroSD tersedia) |
| Baterai | 74 Wh dengan Power Delivery |
| Konektivitas | Wi-Fi 6E, Bluetooth 5.3, 2x USB-C (DisplayPort) |
| Sistem Operasi | SteamOS (Tersedia opsi Windows) |
Baca Juga:
Daya Tahan Baterai dan Konektivitas
Salah satu keluhan umum pengguna konsol genggam adalah daya tahan baterai. Lenovo menjawab tantangan ini dengan menyuntikkan baterai berkapasitas 74 Wh. Dikombinasikan dengan efisiensi daya dari SteamOS dan manajemen termal yang lebih baik, sesi bermain mobile kini bisa bertahan lebih lama dibandingkan versi Windows.
Untuk urusan konektivitas, Lenovo memberikan fleksibilitas tinggi dengan dua port USB-C yang mendukung DisplayPort, memungkinkan pengguna menyambungkan perangkat ke monitor eksternal atau eGPU dengan mudah. Kehadiran Wi-Fi 6E juga memastikan kecepatan unduh game yang stabil dan latensi rendah saat bermain mode online.
Harga dan Ketersediaan: Akankah Masuk Indonesia?
Lenovo mematok harga awal untuk Legion Go 2 versi SteamOS ini di kisaran 1.199 dollar AS atau sekitar Rp 20,2 juta. Target peluncuran pasar global diperkirakan jatuh pada Juni 2026.
Pertanyaan besarnya adalah: Kapan masuk Indonesia? Mengingat Legion Go 2 versi Windows sudah resmi mendarat di tanah air pada Oktober 2025, peluang versi SteamOS untuk hadir secara resmi sangatlah besar. Para penggemar teknologi di Indonesia berharap Lenovo membawa varian ini untuk memberikan opsi bagi mereka yang menginginkan perangkat gaming murni tanpa gangguan bloatware Windows.
Dengan mengombinasikan kekuatan hardware kelas atas milik Lenovo dan kejeniusan software milik Valve (SteamOS), Legion Go 2 bukan sekadar konsol genggam biasa. Ini adalah upaya Lenovo untuk menciptakan ekosistem yang lebih ramah pengguna dan fokus pada satu tujuan utama: kenyamanan bermain game di mana saja.
Langkah berani ini tentu akan memaksa kompetitor seperti ASUS dan MSI untuk segera berinovasi atau mungkin mengikuti jejak serupa untuk meninggalkan Windows demi sistem operasi yang lebih terdedikasi.
