
Lompatan Teknologi Verge TS Pro: Era Baru Motor Listrik
Dunia kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) baru saja menyaksikan sebuah titik balik bersejarah. Di ajang CES 2026, produsen motor listrik asal Finlandia, Verge Motorcycles, melakukan manuver yang melampaui raksasa otomotif dunia. Verge resmi meluncurkan pembaruan untuk model andalan mereka, Verge TS Pro, yang kini menjadi sepeda motor produksi massal pertama di dunia yang mengadopsi teknologi baterai solid-state.
Selama bertahun-tahun, pabrikan besar seperti Toyota dan Volkswagen telah memamerkan konsep baterai ini, namun terus menunda jadwal produksinya. Verge, melalui kolaborasi strategis dengan Donut Lab dari Amerika Serikat, memilih untuk memangkas fase prototipe dan langsung menghadirkan teknologi masa depan ini ke jalan raya.
Revolusi Baterai Solid-State: Mengapa Ini Penting?
Baterai solid-state sering disebut sebagai “cawan suci” dalam industri EV. Berbeda dengan baterai lithium-ion konvensional yang menggunakan elektrolit cair atau gel, teknologi ini menggunakan material padat. Perubahan mendasar ini membawa tiga keunggulan utama: kepadatan energi yang jauh lebih tinggi, waktu pengisian daya yang sangat singkat, dan keamanan maksimal karena risiko kebakaran (thermal runaway) hampir nol.
Baterai yang dikembangkan Verge bersama Donut Lab ini memiliki kepadatan energi mencapai 400 Wh/kg. Angka ini memungkinkan TS Pro mencatatkan jarak tempuh yang luar biasa, yakni hingga 600 kilometer (370 mil) dalam sekali pengisian daya. Jarak ini hampir dua kali lipat dibandingkan versi baterai lithium-ion sebelumnya, sekaligus menghapus kecemasan jarak tempuh (range anxiety) yang selama ini menghantui pengguna motor listrik.
Performa “Beast” dengan Teknologi Hubless
Keunikan Verge tidak hanya terletak pada baterainya. Motor ini tetap mempertahankan desain ikonik “Donut Motor”—sebuah motor elektromagnetik tanpa poros (hubless) yang terintegrasi langsung pada roda belakang. Desain ini memberikan tampilan futuristik ala film fiksi ilmiah sekaligus efisiensi mekanis karena tidak memerlukan rantai, sabuk, atau gigi transmisi.
Donut Lab berhasil mengembangkan generasi terbaru motor ini sehingga menjadi 50% lebih ringan dari versi sebelumnya tanpa mengurangi tenaga. Hasilnya adalah performa yang mengintimidasi:
- Torsi Maksimum: 1.000 Nm (sangat masif untuk ukuran motor).
- Akselerasi: 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 3,5 detik.
- Efisiensi Pengisian: Menambah jarak tempuh 300 km hanya dalam waktu 10 menit pengecasan.
Kombinasi antara baterai solid-state dan motor hubless ini menciptakan pengalaman berkendara yang disebut oleh para penguji sebagai sensasi “tangan Tuhan”—percepatan yang tenang namun sangat kuat hingga membuat badan terasa terhempas ke belakang.
Daya Tahan dan Inovasi “Starmatter”
Selain performa brutal, baterai solid-state ini diklaim memiliki umur panjang yang luar biasa. Donut Lab menyatakan bahwa baterai ini mampu mendukung hingga 100.000 siklus pengisian dengan degradasi minimal. Teknologi ini tidak hanya akan berhenti di motor, namun direncanakan untuk diaplikasikan pada drone hingga kendaraan militer.
Dari sisi perangkat lunak, Verge menyematkan sistem operasi bernama Starmatter. Melalui layar sentuh besar yang terletak di bagian atas “tangki” (yang sebenarnya adalah rumah bagi komponen elektrik), pengendara bisa mengatur tingkat pengereman regeneratif dan memantau sistem visi mesin tingkat lanjut pada varian tertinggi, TS Ultra. Untuk menghidupkan motor, pengguna cukup menempelkan kartu RFID (NFC) pada area tangki.
Strategi Bisnis dan Tantangan Pasar Global
CEO Verge Motorcycles, Tuomo Lehtimäki, menegaskan bahwa kunci keberhasilan mereka adalah integrasi vertikal. “Kami melakukan pengembangan internal, manufaktur internal, hingga jaringan layanan mandiri. Ini memberi kami kendali penuh atas rantai nilai,” ujarnya.
Meskipun Verge menghadapi tantangan yang sama dengan produsen motor listrik lainnya—seperti bobot kendaraan yang mencapai 245 kg dan infrastruktur pengisian daya publik yang belum merata—posisi Verge sebagai produk premium tetap kokoh. Dengan harga mulai dari $29.990 (sekitar Rp470 juta) untuk model Pro, Verge menawarkan eksklusivitas dan teknologi yang melampaui motor bensin kelas atas sekalipun.
Saat ini, Verge telah dipasarkan di beberapa negara Eropa seperti Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, dan Italia. Ekspansi ke pasar Amerika Serikat dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2025, menyusul proses sertifikasi yang sedang berjalan.
Kesimpulan
Verge TS Pro dengan baterai solid-state bukan sekadar sepeda motor baru; ia adalah bukti bahwa inovasi radikal bisa datang dari perusahaan berkembang yang berani mengambil risiko. Jika klaim jarak tempuh 600 km dan pengisian 10 menit ini terbukti secara konsisten di tangan konsumen, Verge telah resmi memicu perlombaan baru dalam industri otomotif global. Masa depan kendaraan listrik bukan lagi tentang kapan teknologi solid-state akan tiba, melainkan tentang seberapa cepat pabrikan lain bisa mengejar ketertinggalan dari Verge.
