August 29, 2025

Samsung tampaknya semakin serius menapaki dunia extended reality (XR). Raksasa teknologi asal Korea Selatan ini dikabarkan bakal segera merilis perangkat kacamata XR pertamanya yang saat ini masih memakai nama kode Project Moohan.

Menurut laporan media lokal NewsWorks, perangkat tersebut akan diumumkan secara resmi pada ajang Galaxy Unpacked ketiga tahun ini, yang dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2025 di Korea Selatan. Jika sesuai rencana, penjualan perdana akan dimulai di negeri asalnya pada 13 Oktober 2025, sebelum kemudian hadir di pasar global termasuk Amerika Serikat dan sejumlah negara lain.


Spesifikasi Kelas Atas

Samsung tampaknya tidak main-main dalam menggarap Project Moohan. Bocoran menyebut perangkat ini akan ditenagai oleh Qualcomm Snapdragon XR2+ Gen 2, chipset terbaru yang memang dirancang untuk pengalaman realitas campuran.

Untuk tampilan, Samsung menyiapkan dua layar micro OLED dengan refresh rate 90Hz, lengkap dengan resolusi 3.552 x 3.840 piksel per mata. Artinya, setiap sisi layar membawa lebih dari 13 juta piksel—lebih tinggi dibanding Apple Vision Pro maupun Meta Quest 3.

Tak hanya itu, perangkat ini juga akan dibekali total 12 kamera yang akan menunjang interaksi di dunia virtual (VR) maupun augmented reality (AR).

Dari segi memori, kabarnya Project Moohan mengusung RAM 16 GB, konektivitas terbaru seperti Bluetooth 5.4 dan WiFi 7, serta dukungan baterai eksternal. Strategi baterai eksternal ini dipilih agar bobot perangkat tidak terlalu berat saat dikenakan di kepala pengguna, sehingga tetap nyaman untuk pemakaian lama.

Sistem operasinya? Project Moohan akan menjalankan Android XR, yang dikembangkan melalui kolaborasi Samsung dengan Google.


Harga Lebih “Ramah” Dibanding Apple Vision Pro

Meski mengusung spesifikasi kelas atas, Samsung diperkirakan akan menawarkan Project Moohan dengan harga lebih kompetitif dibanding Apple. Laporan menyebut kisaran harga ada di antara 2,5 juta won hingga 4 juta won atau sekitar Rp 29,3 juta – Rp 47 juta.

Jika benar, harga ini jelas lebih rendah dibanding Apple Vision Pro yang dipasarkan sekitar 3.500 dolar AS (Rp 57,4 juta). Dengan perbedaan harga yang cukup signifikan, Samsung tampaknya ingin menarik perhatian konsumen premium yang menginginkan perangkat XR canggih, tetapi masih enggan membayar semahal produk Apple.


Target Pasar: Bukan untuk Massal

Meskipun harganya relatif “lebih murah”, Samsung tidak menargetkan penjualan massal untuk Project Moohan. Perusahaan disebut hanya berencana memasarkan sekitar 100.000 unit hingga akhir 2025. Jumlah itu jauh di bawah pengiriman Apple Vision Pro yang menembus lebih dari 220.000 unit pada tahun lalu.

Hal ini menunjukkan strategi Samsung yang lebih berhati-hati: fokus membangun ekosistem XR terlebih dahulu, sebelum mendorong volume penjualan di masa depan.


Ambisi Samsung di Dunia XR

Langkah Samsung meluncurkan Project Moohan tentu tidak bisa dilepaskan dari peta persaingan industri XR global. Apple dengan Vision Pro sudah lebih dulu membuka pasar, sementara Meta lewat Quest 3 mengincar segmen konsumen dengan harga lebih terjangkau.

Samsung sendiri sebenarnya bukan pemain baru di dunia realitas virtual. Pada 2015 lalu, mereka pernah meluncurkan Gear VR bekerja sama dengan Oculus. Namun, produk tersebut akhirnya dihentikan karena kurang mendapatkan momentum. Kini, dengan teknologi layar yang jauh lebih canggih, chipset generasi terbaru, serta dukungan ekosistem Android XR bersama Google, Samsung tampaknya siap kembali “bermain besar” di ranah XR.