August 29, 2025

Singapura, Agustus 2025 – Menanggapi maraknya peredaran rokok elektrik (vape) yang dicampur narkoba—khususnya etomidate (alias K-pods)—pemerintah Singapura meningkatkan derajat hukuman secara drastis. Kebijakan baru ini mulai berlaku sejak 1 September 2025, menandai babak tegas bagi pengendalian vape di negara dengan regulasi keras.

Klasifikasi Etomidate Menjadi Obat Kelas C

Mulai 1 September, etomidate dan senyawa analognya tidak lagi diperlakukan sebagai racun biasa (Poison Act), tetapi dikategorikan sebagai obat terlarang Kelas C di bawah Misuse of Drugs Act. Perubahan ini membawa implikasi hukum lebih berat bagi siapapun yang mengimpor, menjual, membawa, atau mengonsumsinya—aturan ini berlaku selama enam bulan sebagai langkah sementara menuju legislasi yang lebih permanen di awal 2026

Sanksi Lebih Ketat untuk Pengguna Vape

  • Denda naik signifikan: Under-18 awalnya didenda S$300, kini menjadi S$500; dewasa meningkat dari S$500 menjadi S$700.
  • Pengulang kesalahan mesti mengikuti program rehabilitasi tiga bulan (enam sesi); gagal akan diproses hukum.
  • Pelanggaran ketiga berpotensi diganjar denda hingga S$2.000.

Penegakan Tegas terhadap Pengedar K-pods

  • Pengimpor etomidate (K-pods) dijerat minimum 3 tahun penjara dan 5 cambukan, hingga maksimal 20 tahun dan 15 cambukan.
  • Penjual/distributor menghadapi hukuman 2–10 tahun penjara dan 2–5 cambukan.

Penanganan dan Sanksi di Sekolah serta Lembaga

  • Pelajar yang tertangkap vaping atau K-pods terancam hukuman dalam sekolah seperti disiplin, pengurangan nilai, hingga kontrak rehabilitasi. Beasiswa, ruang asrama, hingga kegiatan luar bisa dicabut .
  • Dugaan pelanggaran juga bisa berimbas pada pegawai negeri dan staf sipil sesuai peraturan internal.

Reaksi Pemerintah

Menteri Kesehatan Ong Ye Kung menyatakan bahwa pemerintah bertindak secepat mungkin setelah masalah muncul, mendesak agar upaya penanganan dimulai bahkan lebih awal. Ia menegaskan bahwa vape—dulu dianggap sekadar sebagai alternatif rokok—telah menjadi gerbang masuk bagi penyalahgunaan zat lebih berbahaya.

Menteri Dalam Negeri K. Shanmugam menambahkan bahwa fenomena K-pods sudah menunjukkan gejala serius—pengguna terkesan “zombie,” mengalami kegagalan fungsi tubuh hingga perilaku berbahaya seperti mengancam bunuh diri CNA.


Statistik dan Dampak

  • Insiden K-pods melonjak: 1 dari 3 vape yang disita pada Juli mengandung etomidate
  • Etomidate diketahui berpotensi menyebabkan kerusakan otak dan kematian, sehingga masuk daftar perhatian utama regulator
  • Dari Januari hingga Juni 2025, 3.700 lebih pengguna ditemukan melanggar aturan vaping, sebagian besar ditindak oleh HSA bekerja sama dengan otoritas lain

Kesimpulan

Perubahan regulasi ini menggambarkan keputusan Singapura untuk mengubah pendekatan terhadap vape—dari sekadar kebiasaan merokok ilegal menjadi isu narkoba serius. Kombinasi denda, rehabilitasi, penjara, hingga cambukan mencerminkan ambang toleransi yang sangat rendah. Kawasan pendidikan dan pegawai publik juga menjadi target pengawasan ketat agar efek jera menyeluruh tercapai. Pertanyaannya kini: akankah langkah ini berhasil meredam krisis K-pods dan menyelamatkan generasi muda dari risiko tersembunyi?